Desa penglipuran

Posted on

Kapan ya tempat tinggal kita bersih dari sampah? kalau lihat foto – foto artis di Instagram yang lagi ke luar negeri kadang sering iri deh (bukan iri lihat artisnya ya..) tapi iri lihat suasana di desa – desa di luar negeri kok kebanyakan bersih dari sampah ya? jadi kepingin tinggal di tempat yang bersih dari sampah atau minimal di tempat yang orang – orangnya sadar betapa pentingnya lingkungan yang bersih. Nah.. kalau kamu punya pikiran yang sama seperti saya, yang kepingin banget lihat lingkungan desa yang asri, bersih dan unik, gak usah deh jauh – jauh pergi ke luar negeri, cukup datang aja ke Bali. Karena disini ada Desa Penglipuran.

Desa Penglipuran - arah pura
Desa Penglipuran – arah pura

Kenapa Desa Penglipuran? Karena di Desa Penglipuran disetiap rumah, jalan, bahkan selokan, tidak ada satu pun sampah plastik dan sampah rumah tangga yang berserakan. Bahkan, di setiap sudut juga tersedia bak sampah. Kebersihan lingkungan ini sudah dijaga warga Desa Penglipuran sejak beberapa tahun silam. Sehingga akhirnya Desa Pengelipuran dinobatkan menjadi salah satu dari tiga desa terbersih di dunia tahun 2016 lalu oleh salah satu majalah internasional.

Jauh sebelum jadi desa terbersih di dunia, desa ini telah dianugrahi penghargaan kalpataru di Indonesia pada tahun 1995. Buat yg belum tahu aja: “Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.” Kemudian pada tahun yang sama selain mendapatkan penghargaan kalpataru, Desa Penglipuran juga ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah kabupaten bangli.

Desa Penglipuran - arah bawah
Desa Penglipuran – arah bawah

Ketika kita baru masuk dari tempat parkir, kita bisa melihat tulisan “selamat datang di Desa Penglipuran” persis disamping jalan masuk desa. Saat kita masuk akan terlihat bangunan – bangunan tradisional yang ada disana sangat teratur dan tertata dengan rapi. Rumah – rumah penduduk saling berderetan dan masing – masing memiliki satu pintu masuk yang sangat mirip satu sama lain yang disebut angkul – angkul.

Dibelakang Pura desa terdapat hutan bambu yang masih alami dan sangat dijaga oleh masyarakat desa. Bambu – bambu di hutan desa ini tidak boleh dipotong sembarangan tanpa ijin dari tokoh masyarakat setempat. Meskipun kita datang pada saat siang hari, tapi karena berada di ketinggian sekitar 700 meter diatas permukaan laut membuat udara di Desa Penglipuran menjadi sejuk.

Desa Penglipuran - hutan bambu
Desa Penglipuran – hutan bambu

Desa ini berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Berada sekitar 45 km dari pusat kota Denpasar, dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Tidak ada transportasi umum yang langsung menuju tempat ini, jadi kalau kamu mau main kesini bareng rombongan sebaiknya menggunakan jasa sewa mobil atau kendaraan pribadi. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik sebesar 15K/orang dewasa dan 10K/anak, sedangkan untuk wisatawan asing 30K/orang dan 25K/anak. Biaya parkir mobil dikenakan 5K/mobil. Tempat parkir luas dan bisa masuk motor, mobil ataupun bus.

Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pada saat hari raya Galungan. Karena penduduk desa akan memasang penjor di depan rumah mereka masing – masing, sehingga akan terlihat jejeran penjor (sarana umat hindu berupa pohon bambu panjang beserta ujungnya yang dihiasi dan ditancapkan di depan perkarangan rumah). Selain itu akan ada gadis – gadis bali berpakaian adat yang membawa banten (persembahan) diatas kepala mereka menuju Pura yang terletak di bagian ujung atas desa. Jadi keren banget untuk dijadikan objek foto dan instagramable banget! Kamu bisa ambil foto dari sudut manapun.

Tentang penulis, YonaSP

seorang istri dan ibu dari dua orang anak – anak yang cantik yang hobi menulis dan jalan-jalan