Desa Tenganan

Posted on

Pernah gak kamu penasaran dengan Bali dimasa lalu? Seperti apakah bangunan mereka? Apa yang mereka lakukan untuk hidup pada masa itu? Bagaimana adat istiadat asli mereka?

Nah… buat kamu – kamu yang penasaran maksimal dengan budaya asli Bali, kenapa kamu tidak melihat secara langsung saja kehidupan Bali dimasa lalu? Kamu cukup datang langsung ke Desa Tenganan di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem di bagian timur pulau Bali.

Desa Tenganan ini masih sangat tradisional dan unik karena masyarakatnya mempunyai peraturan adat desa yang sangat kuat, yang mereka sebut dengan awig-awig yang sudah mereka tulis sejak abad 11 dan sudah diperbarui pada tahun 1842.

Walaupun sarana dan prasarana seperti listrik dan lain-lain masuk ke Desa Tenganan ini, tetapi rumah dan adat tetap dipertahankan seperti aslinya. Bentuk dan besar bangunan serta pekarangan, pengaturan letak bangunan, hingga letak pura dibuat dengan mengikuti aturan adat yang secara turun-temurun dipertahankan. Bahkan bahan bangunan masih menggunakan campuran dari tanah, batu sungai dan batu bata merah.

Desa Tenganan - penduduk asli
Desa Tenganan – penduduk asli

Untuk masuk ke dalam desa kamu akan melewati tempat yang seperti loket, namun tidak ada tiket masuk, yang ada hanyalah buku tamu dan kotak sumbangan yang hasilnya akan dipakai untuk keperluan desa. Juga ada payung – payung kecil yg terbuat dari kertas dan bambu yang bisa dipinjam oleh pengunjung untuk menghindari teriknya panas pada siang hari. Setelah melewati tempat yang seperti loket, kita bisa masuk ke dalam desa melalui pintu kecil yang hanya cukup untuk dilewati satu orang.

Desa Tenganan - pintu masuk
Desa Tenganan – pintu masuk

Didalam desa kamu bisa lihat balai desa, pura dan rumah adat yang berderet yang sama persis satu dengan lainnya. Setiap rumah disana menjual kerajinan tangan buatan penduduk desa, kamu bisa datang dan masuk ke dalam rumah tersebut untuk melihat kerajinan apa saja yang mereka jual.

Biasanya di tembok – tembok di depan rumah mereka ada yang memajang topeng2 ukiran dari kayu yang berwarna warni, ada juga yang menggantung kain – kain tenun pegringsingan yang mereka buat di depan pintu masuk rumah mereka untuk menarik pembeli. ada juga yang menjemur tas – tas anyaman yang baru mereka warnai dan gerabah yang sedang dikeringkan di depan halaman rumah mereka.

Desa Tenganan - cindramata
Desa Tenganan – cindramata

Masyarakat Desa tenganan sejak jaman dahulu terkenal dengan keahliannya menenun kain Gringsing. Kain Gringsing tersebut dikerjakan dengan teknik dobel ikat. Teknik ini hanya satu – satunya di Indonesia, sehingga kain Gringsing hasil karya masyarakat lokal tersebut sangat terkenal ke seluruh dunia.

Desa Tenganan - kain tenun gringsing
Desa Tenganan – kain tenun gringsing

Kalau kamu kesini sekitar pertengahan bulan Juli, kamu bisa menyaksikan salah satu tradisi penduduk desa Tenganan yang terkenal, yaitu perang pandan (megeret pandan). Perang pandan ini adalah ritual sepasang pemuda desa, saling sayat menggunakan duri – duri dari daun pandan di atas punggung mereka.

Tuh, keren banget kan desanya… kalau mau kesini pastikan batere hp, kamera & power bank terisi penuh ya guys, karena saya jamin kamu bakal betah seharian keliling desa sambil berfoto ria. Sunblock juga sangat disarankan untuk dibawa dan yang paling penting jangan lupa bawa uang! Karena kerajinan tangan mereka benar – benar unik dan worthed banget untuk kita beli.

Parkir motor, mobil dan bis luas… tempat sampah dan toilet pun bersih dan terjaga dengan baik. Disarankan datang kemari pada saat siang menjelang sore hari, karena pada saat itu penduduk desa sudah selesai beraktifitas di sawah/kebun sehingga kita bisa melihat dan bercengkrama dengan mereka yang sedang bersantai.

Tentang penulis, YonaSP seorang istri dan ibu dari dua orang anak - anak yang cantik yang hobi menulis dan jalan-jalan