Jatiluwih

Posted on

Bali seringkali dijadikan tempat untuk berlibur warga ibukota dan mancanegara. Karena Bali terkenal dengan pantainya yg berpasir putih, hotel – hotel & mall – mall dipinggir pantai, belum lagi bar – bar & kafe – kafe yang murah & artistik khas Bali.

Tapi kalau kamu pergi ke Bali hanya karena alasan di atas, kamu sudah salah besar! Kenapa? Karena di Bali bukan cuma pantai pantai saja yang indah, tapi sawah dan sistem perairan mereka yg disebut subak pun tidak kalah indahnya.

Apa itu subak? Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali. Sistem pengairan ini diatur oleh seorang pemuka adat yang juga adalah seorang petani di Bali.

Jatiluwih teras padi baru
Jatiluwih teras padi baru

Melalui sistem Subak inilah, para petani medapatkan bagian air sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh musyawarah dari warga/krama subak dan tetap dilandasi oleh filosofi Tri Hita Karana yang merupakan falsafah hidup yang Harmonis dengan Tuhan, Alam Sekitar, dan Sesama Manusia.

Salah satu tempat dimana kamu bisa melihat sistem subak secara langsung di Bali adalah di Desa Jatiluwih. Desa ini terletak di wilayah Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali. Lokasinya persisnya terletak di kaki gunung Batukaru dengan kondisi udara yang sangat sejuk, karena terletak di ketinggian kurang lebih 700 meter diatas permukaan laut. Desa ini bisa ditempuh dengan jarak kurang lebih 50 KM atau sekitar ± 1 jam 30 menit dari kota Denpasar.

Jatiluwih padi baru
Jatiluwih padi baru

Karena mempunyai keunikan dan ciri khas pada sistem pertaniannya yaitu dengan menggunakan konsep filosofi Tri Hita Karana (filosofi tentang keseimbangan antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam, serta manusia dengan Sang Pencipta) maka Desa ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) oleh UNESCO sejak 29 Juni 2012.

Waktu terbaik untuk kesini adalah siang hari, karena pada saat itu kamu bisa melakukan berbagai aktifitas seperti hiking, bersepeda diareal pesawahan atau sekedar melakukan kegiatan fotografi untuk pecinta foto.. dan yang paling utama adalah makan siang sambil menikmati pemandangan dan udara sejuk di restoran yang menyajikan beras merah sebagai salah satu produk lokal pertanian disana.

Jatiluwih teras padi
Jatiluwih teras padi

Disana terdapat toilet bersih dan tempat parkir yang cukup untuk parkir motor dan mobil. Walaupun pemandangan siang sangat indah, namun pemandangan sore hari menjelang sunset pun tidak kalah indahnya dengan siang hari. Kamu masih bisa melihat kunang – kunang dan mendengar suara binatang kecil bersahut – sahutan.

Nah.. buat yg suka banget dengan pemandangan alam pedesaan dan segala isinya.. wajib banget jadikan Desa Jatiluwih ini sebagai tempat liburan untuk melepas segala keriuhan dan penatnya ibukota.

Tentang penulis, YonaSP seorang istri dan ibu dari dua orang anak - anak yang cantik yang hobi menulis dan jalan-jalan